Sebab Selandia Baru Mengambil Langkah Bertahap untuk iGaming
Dalam beberapa tahun terakhir, Selandia Baru telah menjadi sorotan di dunia perjudian internasional. Dengan rencana peluncuran pasar iGaming yang diatur pada tahun 2027, negara ini mengambil jalan yang lebih hati-hati dibandingkan banyak negara lain. Banyak yang mengantisipasi langkah yang lebih cepat, tetapi fokus Selandia Baru adalah menjaga konsumen dan mengurangi risiko.
Setelah pengesahan UU iGaming pada 2026, Selandia Baru mulai menyusun sistem untuk mengelola perjudian daring. Meskipun diharapkan mulai pada pertengahan tahun ini, peluncuran ini akhirnya dijadwalkan ulang ke 2027. Peringatan dari pemegang kepentingan tentang undang-undang yang belum pasti pada Juli tahun lalu menyebabkan perubahan jadwal. Pandangan umum adalah bahwa penundaan ini memungkinkan pengembangan regulasi yang kuat dan mementingkan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Salah satu perubahan paling menonjol dari regulasi ini adalah pembatasan kepada operator berlisensi saja dalam menawarkan layanan kasino daring. Sistem ini membatasi jumlah lisensi menjadi 15, dan satu operator tidak bisa menguasai lebih dari tiga. Setiap lisensi hanya dapat dipakai untuk satu merek atau platform. Pengecualian diberikan kepada taruhan balapan dan olahraga yang tetap berada di bawah monopoli TAB New Zealand.
Menurut Jarrod True dari True Legal, regulasi ini mengubah pendekatan Selandia Baru dari pasar lepas pantai yang tidak diatur menjadi sistem yang ketat dan terbatas. Pasar akan sangat diawasi, sementara kampanye pemasaran akan dibatasi, melarang penggunaan afiliasi dan iklan influencer. Meskipun undang-undang sudah diterapkan, banyak persiapan yang harus diselesaikan sebelum layanan dapat ditawarkan oleh operator.
Departemen Urusan Dalam Negeri menegaskan bahwa peluncuran pada 2027 memberikan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan yang teliti dan strategis sesuai undang-undang. Aplikasi lisensi harus diserahkan sebelum 1 Desember 2026, yang berarti proses penilaian menyeluruh dapat dimulai. Jadwal implementasi termasuk undangan pengajuan minat pada Juli 2026, disusul lelang lisensi di September. Pemenang lelang akan diminta mengajukan aplikasi lisensi penuh mulai Oktober, dan lisensi diharapkan diberikan pada awal 2027.
Waktu yang tersedia digunakan untuk meninjau dan mengkaji aplikasi dengan saksama, memastikan sistem dan kepatuhan baru sesuai standar, serta membangun kemampuan operasional yang diperlukan untuk mendukung dan mengawasi pasar. “Penundaan ini tampaknya disengaja, untuk memastikan regulasi yang matang dan infrastruktur yang kuat, bukan sekadar kecepatan menuju pasar,” ujar True. Daripada terburu-buru, Selandia Baru lebih memilih kepastian regulasi yang matang sebelum lisensi mulai beroperasi.